Paradigma Mendasar Pendidikan dalam Islam

Badai krisis multidimensi yang melanda Indonesia hingga saat ini belum juga usai. Negeri yang dijuluki Zamrud Khatulistiwa, gemah ripah loh jinawi, dan bangsa yang ramah mungkin hanya tinggal kenangan. Potret wajah negeri yang terlanjur kusam oleh perilaku-perilaku cela segelintir anak negeri. Kusam dikarenakan perilaku yang tak bermoral, munafik, bahkan kufur. Celakanya ternyata mereka adalah anak negeri yang menyandang status sebagai wakil rakyat, pelayan rakyat, dan pengayom rakyat. Bukan mereka tak terdidik, bahkan mereka sangat terdidik. Lantas mengapa? Continue reading

Posted in Pendidikan, Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Lembaran-Lembaran Sejarah yang Dilupakan

Saat ini mungkin hampir seluruh umat Islam mengetahui sosoknya Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Ya, mereka adalah para sahabat Rasululullah SAW yang terkemuka. Dan yang paling membekas di benak umat Islam adalah nama besar mereka sebagai Khulafaur Rasyidin, yaitu para pemimpin umat setelah Rasullullah Muhammad Saw wafat. Mereka adalah sosok yang luar biasa dan sangat pantas memimpin sebuah Daulah Islam yang memiliki visi universal menyebarkan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia. Continue reading

Posted in Sejarah Islam, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Penerapan Syariat Islam Menghasilkan Generasi yang Berkarakter Mulia

Oleh: Iwan Doumy, S. Pd

Pemerintah Indonesia melalui  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan pelaksanaan pendidikan karakter (Pendikar) untuk semua tingkat satuan pendidikan.  Pencanangan  Pendikar  diarahkan sebagai penguat terhadap empat pilar negara yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.  Di sisi lain, pencanangan Pendidikar juga sangat erat hubungannya dengan kondisi pendidikan saat ini yang belum menggembirakan (baca bobrok).

Fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab” . Continue reading

Posted in Pendidikan, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Menjadi Matematikawan Mulia

Oleh, Dr. Fahmi Amhar

Menjadi matematikawan? Itu ilmu “ningrat” – pening tapi melarat. Sekolahnya susah, tapi setelah lulus cari kerja juga susah. Paling nanti jadi guru … Ini adalah ucapan seorang tua pada anaknya yang kelihatan cerdas. Si orang tua ingin anaknya jadi insinyur, atau dokter, atau akuntan, atau pengacara, profesi-profesinya yang secara materi jelas lebih menjanjikan daripada profesi ilmuwan seperti matematikawan. Sekolah untuk profesi-profesi itu yang susah hanya saringan masuknya, karena begitu banyak orang yang berminat, dan begitu sedikit kursi yang tersedia. Selebihnya, proses belajar mengajarnya tidak sesulit jurusan matematika.

Continue reading

Posted in Sejarah Islam, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

HTI Aceh: Terapkan Hukum Qur’an dan Sunnah

HTI Press. DPD I Aceh Hizbut Tahrir Indonesia melakukan aksi damai memperingati nuzulul qur’an. Aksi dimulai pukul 9 hingga pukul 11.30 dari lapangan Tugu Unsyiah dengan menggunakan sepeda motor. Rute yang ditempuh dari lapangan Tugu Unsyiah menuju kantor DPRA dan Gubernur Aceh. Sepanjang jalan disampaikan orasi bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk untuk mengatur kehidupan umat manusia dengan menerapkan al-Qur’an maka kemerdekaan secara hakiki akan bisa diraih, sebaliknya bila Al Qur’an tidak diterapkan maka penjajahan akan terus berlangsung dengan bercokolnya sistem kufur di negeri Indonesia. Sesampainya di gedung DPRA peserta aksi tidak dizinkan masuk oleh aparat keamanan dengan alasan bahwa anggota dewan sedang melakukan rapat paripurna mendengar pidato kenegaraan dari presiden sambut kemerdekaan. Continue reading

Posted in Kegiatan, Uncategorized | Leave a comment

Neo-Colonialism Mencengkeram NKRI

Oleh : M. Taufik N.T.

Pendahuluan

Kolonialisme adalah pengembangan kekuasaan sebuah negara atas wilayah dan manusia diluar batas negaranya, seringkali untuk mencari dominasi ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja dan pasar wilayah tersebut. Neokolonialisme merupakan kelanjutan dari dominasi dan eksploitasi dari negara yang sama dengan cara yang berbeda (dan sering kali dengan tujuan yang sama) [1]. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III, disebutkan bahwa neokolonialisme adalah kolonialisme (penjajahan) cara baru (misalnya penjajahan ekonomi, kebudayaan): bantuan negara asing yang terlalu mengikat akan menimbulkan bentuk neokolonialisme[2]. Continue reading

Posted in Politik, Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Syariat Islam Menghilangkan Money Politic

Oleh: Hafidz Abdurrahman

Praktik politik uang (money politic) berkembang dan marak dalam sistem politik oportunistis. Sistem politik yang jauh dari pondasi agama, alias sekuler. Sistem politik yang lahir dari cara pandang benefit (asas manfaat), di mana untung dan rugi merupakan satu-satunya standar dalam berpolitik. Untuk meraih benefit (keuntungan), segala cara pun dihalalkan, asal tujuan tercapai.

Dalam landscape politik seperti itu, para politikus tidak pernah berpikir bagaimana mengurus urusan umat. Karena itu, mereka tidak pernah hadir di tengah-tengah umat, ketika mereka dibutuhkan. Mereka pun jauh dari umat. Mereka baru mendekat, atau tepatnya mendekati umat, ketika mereka membutuhkan umat untuk kepentingan politik mereka. Karenanya, aceptabilitas (penerimaan) mereka di tengah-tengah umat pun rendah. Demikian juga elektabilitas (keterpilihan) mereka. Continue reading

Posted in Pemikiran Islam, Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

HTI Aceh Gelar KOnferensi Rajab

Banda Aceh — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Aceh- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), memusatkan kegiatan ‘Konferensi Rajab 1432 H’ bertema “ Hidup Sejahtera dibawah naungan Khilafah”  di Aula Academic Activity Centre (AAC) Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Minggu (19/06). Dihadiri 1800 orang peserta utusan 23 kabupaten/kota di Aceh.

M.Shiddiq Al-Jawi, mewakili DPP HTI kepada The Globe Journal, mengatakan “ Tujuan kegiatan Konferensi Rajab ini yang pertama mengingatkan kaum muslimin sejarah runtuhnya khilafah di Turki tahun 1942, tepatnya 28 Rajab. Kedua agar kaum muslimin itu memahami bahwa khilafah ini dalam sejarah masa lalu sudah pernah membuat kesejahteraan, Kegiatan ini dilaksanakan di 28 Kota Besar di Indonesia, dimulai di Banjarmasin tanggal 2 Juni lalu dan puncaknya tanggal 29 Juni di Jakarta” ungkapnya Continue reading

Posted in Kegiatan, Uncategorized | Tagged , , | Leave a comment

Perang Abadi Melawan Islam

Oleh Abdul Wahab Jibrin

“Islam adalah satu-satunya peradaban yang telah menempatkan kelangsungan hidup Barat dalam keraguan …”
[Samuel P. Huntington, Clash of Civilisation and the Remaking of the World Order]

Kebijakan konvensional saat ini di Washington menegaskan bahwa Amerika harus mengatur dunia terlebih dahulu , jika tidak maka kekacauan akan  merajalela, dan Amerika sendiri memiliki kekuatan untuk menetapkan dan menerapkan suatu tatanan global. Negara itu menjaga agar tidak ada negara lain yang memiliki visi, kemauan dan persepsi yang diperlukan untuk memimpin. Visi ini mencakup hak untuk mengartikulasikan prinsip-prinsip yang menentukan tatanan internasional. Doktrin-doktrin ini adalah nilai-nilai Amerika namun nilai-nilai ini harus diterima secara universal. Dalam pandangan mayoritas – jika bukan semuanya – dari para elit politik Amerika, seluruh dunia membutuhkan kepemimpinan Amerika, ini adalah keyakinan dasar yang mereka pegang. Selanjutnya, tanggung jawab tunggal membutuhkan hak prerogatif tunggal; daripada menunggu suatu peristiwa terjadi, para elit Amerika Serikat mendukung suatu sikap aktif. Continue reading

Posted in Pemikiran Islam, Uncategorized | Tagged , | Leave a comment

Islam, Agama dan Ideologi

Oleh: Iwan Doumy

Pendahuluan

Tak seorang pun di muka bumi ini yang menolak penyebutan Islam sebagai sebuah agama. Menurut KBBI, agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. Kandungan ajaran Islam memang memenuhi pengertian umum dari agama yang mengakomodasi hubungan ciptaan dengan sang Pencipta. Tata aturan dalam menjalin hubungan vertikal dengan sang pencipta memang menjadi unsur yang esensial dalam ajaran Islam. Sehingga sangat tepat penyebutan Islam sebagai sebuah agama. Continue reading

Posted in Pemikiran Islam, Uncategorized | Tagged , | Leave a comment